Minggu, 07 September 2014

Bali

Sebut saja namanya Bali. Entah apa makna dari pertemuan kami Agustus lalu. Hina, tak bermakna, namun entah mengapa sangat melekat di ingatan dan sangat menyesakkan. Perpaduan antara dua rasa di mana berharap dapat mengulang waktu agar dapat mencegah pertemuan itu, dan perasaan bahagia yang berdesir di tiap sentuhannya.
Pertanyaan demi pertanyaan terangkai di pikiran. Apakah dia merasakan penyesalan yang sama? Apakah dia merasakan kebahagiaan yang sama?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar